Jangan Hanya Melihat Harga Saat Membeli IoT – Internet of Things (IoT) telah menjadi bagian dari kehidupan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Seperti kamera CCTV, smart TV, smart door lock, lampu pintar, robot vacuum, smartwatch, hingga perangkat rumah tangga seperti AC dan kulkas kini dapat terhubung ke internet dan dikendalikan dari mana saja.
Kemudahan tersebut memang memberikan banyak manfaat. Namun di balik kenyamanan itu terdapat tantangan yang sering kali diabaikan, yaitu keamanan siber.
Tidak sedikit perangkat IoT yang dipasarkan dengan harga murah tetapi minim fitur keamanan. Bahkan, beberapa perangkat masih menggunakan kata sandi bawaan yang mudah ditebak.
Atau tidak lagi menerima pembaruan keamanan dari produsennya. Kondisi ini menjadikan IoT sebagai salah satu target favorit pelaku kejahatan siber.
Lalu, apa saja yang perlu diketahui sebelum membeli dan menggunakan perangkat IoT?
Perangkat IoT Menjadi Target Peretas?
Berbeda dengan komputer atau smartphone, banyak perangkat IoT dirancang dengan fokus pada kemudahan penggunaan dan harga yang terjangkau, bukan pada aspek keamanan.
Akibatnya muncul berbagai kelemahan, seperti:
- Password bawaan yang mudah ditebak.
- Firmware yang jarang diperbarui.
- Komunikasi data tanpa enkripsi.
- Antarmuka administrasi yang dapat diakses dari internet.
- Celah keamanan yang tidak pernah ditambal.
Dalam banyak kasus, pemilik perangkat bahkan tidak mengetahui bahwa perangkatnya sudah terhubung ke internet dan dapat diakses dari luar jaringan.
|
Baca juga: IoT dan Risiko Siber |
Ancaman yang Dapat Timbul dari IoT
Ketika sebuah perangkat IoT berhasil diretas, dampaknya tidak hanya terjadi pada perangkat tersebut.
Beberapa risiko yang dapat muncul antara lain:
1. Pencurian Privasi
Kamera keamanan, smart speaker, maupun baby monitor dapat dimanfaatkan untuk memata-matai aktivitas korban.
Bahkan beberapa kasus menunjukkan pelaku mampu mengakses mikrofon maupun kamera dari jarak jauh.
2. Pencurian Data
Beberapa perangkat IoT menyimpan informasi penting seperti:
- akun pengguna,
- alamat email,
- jaringan Wi-Fi,
- lokasi perangkat,
- histori penggunaan.
Jika berhasil dicuri, informasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk serangan berikutnya.
3. Menjadi Bagian Botnet
Perangkat IoT sering direkrut menjadi anggota botnet.
Artinya, perangkat korban diam-diam digunakan untuk menyerang server lain melalui serangan Distributed Denial of Service (DDoS).
Pemilik perangkat biasanya tidak menyadari bahwa perangkatnya sedang dipakai melakukan aktivitas kriminal.
4. Titik Masuk ke Jaringan Rumah atau Kantor
Bagi pelaku, perangkat IoT sering dianggap sebagai “pintu belakang”.
Setelah berhasil masuk melalui kamera atau smart TV, mereka dapat mencoba menyerang komputer, NAS, maupun server yang berada pada jaringan yang sama.
5. Manipulasi Perangkat
Beberapa perangkat bahkan dapat dikendalikan dari jarak jauh, misalnya:
- Membuka smart lock,
- Mematikan alarm,
- Mengubah konfigurasi cctv,
- Mengendalikan sistem otomatisasi bangunan.
Risiko ini tentu jauh lebih serius dibanding sekadar kehilangan data.
Jangan Hanya Melihat Harga Saat Membeli IoT
Harga murah memang menarik, tetapi keamanan seharusnya menjadi pertimbangan utama. Sebelum membeli perangkat IoT, perhatikan beberapa hal berikut.
|
Baca juga: IoT Murah Gerbang Botnet ke Jaringan Anda |
Pilih Produsen yang Memiliki Reputasi Baik
Produsen yang terpercaya biasanya memiliki:
- Pembaruan firmware berkala,
- Pusat pelaporan kerentanan,
- Dokumentasi keamanan,
- Layanan dukungan pelanggan.
Hindari membeli perangkat yang tidak jelas asal-usul maupun produsennya.
Pastikan Firmware Dapat Diperbarui
Firmware merupakan sistem operasi dari perangkat IoT. Perangkat yang tidak pernah memperoleh pembaruan keamanan akan semakin rentan seiring ditemukannya kerentanan baru.
Mendukung Password yang Kuat
Pastikan perangkat memungkinkan pengguna:
- Mengganti password bawaan,
- Menggunakan password yang panjang,
- Mengaktifkan autentikasi tambahan jika tersedia.
Gunakan Enkripsi
Pastikan aplikasi maupun perangkat menggunakan komunikasi terenkripsi, misalnya HTTPS atau TLS. Hal ini membantu melindungi data saat dikirim melalui internet.
Periksa Kebijakan Dukungan Produk
Cari tahu berapa lama produsen menyediakan pembaruan keamanan. Sama seperti smartphone, perangkat IoT juga memiliki masa dukung.
Kebiasaan yang Membuat IoT Rentan
Tanpa disadari, banyak pengguna melakukan kesalahan berikut.
- Tidak mengganti password bawaan.
- Menggunakan password yang sama pada semua perangkat.
- Tidak pernah memperbarui firmware.
- Membuka akses perangkat ke internet secara langsung.
- Mengaktifkan fitur remote access tanpa perlindungan tambahan.
- Mengabaikan notifikasi pembaruan keamanan.
- Membeli perangkat bekas tanpa melakukan reset penuh.
Kebiasaan sederhana tersebut justru sering dimanfaatkan pelaku untuk memperoleh akses ke perangkat.
Yang Harus Dilakukan Jika IoT Diduga Diretas?
Apabila perangkat menunjukkan aktivitas yang tidak biasa, segera lakukan langkah berikut.
- Putuskan koneksi perangkat dari internet.
- Ganti seluruh password perangkat dan akun terkait.
- Periksa apakah terdapat akun administrator yang tidak dikenal.
- Perbarui firmware ke versi terbaru.
- Lakukan reset pabrik apabila diperlukan.
- Hubungkan kembali hanya setelah konfigurasi keamanan selesai dilakukan.
- Pantau perangkat lain dalam jaringan untuk memastikan tidak ikut terinfeksi.
Apabila perangkat digunakan di lingkungan perusahaan, segera laporkan kepada tim TI agar dapat dilakukan investigasi lebih lanjut.
|
Baca juga: Zerobot Racuni Perangkat IoT |
Cara Mengamankan Seluruh Ekosistem IoT
Keamanan IoT tidak cukup hanya bergantung pada perangkatnya. Beberapa langkah berikut dapat meningkatkan perlindungan secara keseluruhan.
- Gunakan jaringan Wi-Fi khusus untuk perangkat IoT yang terpisah dari komputer dan perangkat kerja.
- Aktifkan WPA3 atau minimal WPA2 pada jaringan nirkabel.
- Nonaktifkan fitur yang tidak digunakan, seperti remote management atau UPnP.
- Gunakan router yang mampu mendeteksi perangkat baru secara otomatis.
- Aktifkan autentikasi multifaktor (MFA) pada akun cloud yang mengelola perangkat IoT.
- Lakukan inventarisasi seluruh perangkat yang terhubung ke jaringan.
- Ganti perangkat yang sudah tidak lagi memperoleh pembaruan keamanan dari produsen.
Ancaman IoT Akan Terus Berkembang
Seiring meningkatnya jumlah perangkat yang terhubung ke internet, IoT diperkirakan akan menjadi salah satu sasaran utama serangan siber dalam beberapa tahun mendatang.
Perangkat-perangkat ini tidak hanya digunakan di rumah, tetapi juga mengendalikan sistem penting seperti:
- Peralatan medis.
- Manufaktur.
- Transportasi.
- Energi.
- Infrastruktur kota pintar.
Ketika perangkat tersebut memiliki celah keamanan, dampaknya dapat meluas dari gangguan operasional hingga risiko terhadap keselamatan manusia.
Perkembangan kecerdasan buatan (AI) juga memberi tantangan baru. Pelaku ancaman kini dapat menggunakan AI untuk mempercepat pencarian perangkat IoT yang rentan, mengotomatisasi eksploitasi celah keamanan, hingga melancarkan serangan dalam skala besar.
Di sisi lain, teknologi AI juga dimanfaatkan oleh vendor keamanan untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan dan merespons insiden lebih cepat. Persaingan antara pelaku ancaman dan solusi pertahanan ini diperkirakan akan terus meningkat.
Rumah Pintar Diiringi Keamanan yang Cerdas
Perangkat IoT memang memberikan kemudahan dan efisiensi, tetapi setiap perangkat yang terhubung ke internet juga memperluas permukaan serangan (attack surface).
Oleh karena itu, keamanan perlu dipertimbangkan sejak tahap pemilihan perangkat, bukan setelah terjadi insiden.
- Memilih produk dari produsen yang memiliki komitmen terhadap pembaruan keamanan.
- Rutin memperbarui firmware.
- Menggunakan kata sandi yang kuat dan unik.
- Memisahkan jaringan IoT dari perangkat utama.
- Serta menonaktifkan fitur yang tidak diperlukan merupakan langkah-langkah sederhana yang dapat mengurangi risiko secara signifikan.
Dengan menggabungkan teknologi yang tepat dan kebiasaan penggunaan yang aman, pengguna dapat menikmati manfaat IoT tanpa harus mengorbankan keamanan data maupun privasi.
Baca artikel lainnya:
- Kerentanan Lama Sumber Masalah IoT
- Dilema IoT Pemenuhan Kebutuhan Berisiko Siber
- Ancaman IoT dan Bagaimana ESET Menanganinya
- Hati-hati Perangkat IoT Bisa Menjadi Pengkhianat
- Mimpi Buruk IoT di Dunia Digital
- Ancaman Dibalik Kemudahan Perangkat Pintar
- Cara Sederhana Melindungi Perangkat Pintar Rumah
- Kacamata Pintar Mengintai Rahasia Anda
- Hemat Energi Perangkat Teknologi
- 5 Perangkat Penghubung Medis yang Rentan Siber
Sumber berita:
