Image credit: Magnific
Hati-hati Beli IoT Bekas – Membeli perangkat IoT bekas, seperti CCTV, router Wi-Fi, smart TV, smart speaker, hingga smart door lock, memang dapat menghemat biaya.
Namun, banyak pengguna tidak menyadari bahwa perangkat tersebut bisa saja masih menyimpan informasi milik pemilik sebelumnya atau bahkan telah dimodifikasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Berbeda dengan perangkat elektronik biasa, IoT sering kali terhubung ke layanan cloud, aplikasi seluler, maupun akun pengguna.
Jika perangkat tidak dihapus (factory reset) dengan benar sebelum dijual, pemilik lama masih mungkin memiliki akses terhadap perangkat tersebut.
|
Baca juga: Malware Android yang Berpikir Sendiri |
Beberapa risiko yang dapat muncul
- Akun cloud masih terhubung. Perangkat mungkin masih terdaftar pada akun pemilik sebelumnya sehingga ia masih dapat mengakses kamera, lokasi, atau melakukan perubahan konfigurasi dari jarak jauh.
- Konfigurasi jaringan lama masih tersimpan. Informasi seperti SSID Wi-Fi, alamat IP, atau pengaturan VPN dapat tertinggal dan berpotensi dimanfaatkan untuk mengetahui kebiasaan penggunaan perangkat.
- Sertifikat digital dan token autentikasi belum dihapus. Beberapa perangkat menggunakan sertifikat atau token agar dapat berkomunikasi dengan server cloud. Jika masih aktif, perangkat berpotensi tetap dikenali sebagai milik pengguna sebelumnya.
- Firmware telah dimodifikasi. Pada kasus tertentu, perangkat bekas dapat dipasangi firmware tidak resmi atau telah disisipi backdoor yang memungkinkan pihak lain memperoleh akses secara diam-diam.
- Password administrator tidak pernah diganti. Sebagian penjual hanya menghapus data pengguna tanpa mengganti kredensial administrator, sehingga perangkat tetap mudah diakses oleh siapa saja yang mengetahui password lama.
Tips Aman Membeli IoT Bekas
Apabila Anda memutuskan membeli perangkat IoT bekas, lakukan beberapa langkah berikut sebelum mulai menggunakannya:
- Lakukan factory reset menggunakan prosedur resmi dari produsen.
- Perbarui firmware ke versi terbaru sebelum perangkat digunakan.
- Pastikan perangkat sudah tidak terhubung dengan akun cloud pemilik sebelumnya.
- Ganti seluruh password administrator dan akun yang terkait.
- Hubungkan perangkat ke akun cloud milik Anda sendiri.
- Hindari membeli perangkat yang sudah tidak lagi mendapatkan pembaruan keamanan dari produsennya.
- Bila memungkinkan, beli dari penjual yang dapat menjamin riwayat penggunaan perangkat.
Dengan melakukan langkah-langkah tersebut, risiko penyalahgunaan perangkat bekas dapat ditekan secara signifikan.
Sumber berita:
