Mainan Pintar Anak Rentan Bahaya Siber

Image credit: Magnific

Mainan Pintar Anak Rentan Bahaya Siber – Mainan yang bisa berbicara bukanlah hal baru. Tekan tombol pada seekor beruang teddy, dan ia mungkin akan bernyanyi atau mengucapkan satu dari sepuluh frasa yang telah direkam sebelumnya.

Namun, bayangkan jika anak Anda meminta boneka beruang yang sama untuk mengarang sebuah cerita tentang hari mereka di sekolah dan mendapatkan jawaban yang sepenuhnya baru.

Itulah perbedaan yang mulai dibawa oleh kecerdasan buatan (AI) ke dalam kotak mainan anak. Para orang tua pun mulai menyadarinya.

Dalam sebuah survei tahun 2026, hampir separuh orang tua menyatakan bahwa mereka telah membeli atau mempertimbangkan untuk membeli mainan bertenaga AI bagi anak mereka.

Di sisi lain, lebih dari 8 dari 10 orang tua merasa khawatir bahwa mainan-mainan tersebut mengumpulkan informasi pribadi anak-anak.

Jadi, apakah mainan pintar dan berbasis AI itu aman? Tidak ada jawaban tunggal untuk pertanyaan ini. Namun, memahami apa yang ada di dalam mainan tersebut dan ke mana informasi yang dimasukkan anak mengalir dapat membantu Anda membuat keputusan yang jauh lebih bijak.

Pintar, Terhubung, atau Berbasis AI?

Istilah mainan pintar (smart toy), mainan terhubung (connected toy), dan mainan AI sering kali digunakan secara bergantian, padahal ketiganya mendeskripsikan teknologi yang cukup berbeda:

  • Mainan Terhubung / Pintar: Adalah mainan fisik yang terhubung ke internet, perangkat lain, atau aplikasi. Mainan ini mungkin dilengkapi mikrofon, kamera, atau sensor lain serta bertukar informasi dengan server online. Meskipun demikian, perilakunya sering kali masih telah ditentukan sebelumnya (predefined).
  • Mainan Berbasis AI: Melangkah lebih jauh dengan memanfaatkan teknologi seperti machine learning atau pemrosesan bahasa alami (natural language processing) untuk merespons secara lebih dinamis. Alih-alih memilih dari pustaka kalimat prerekam yang terbatas, mainan ini dapat menjawab pertanyaan terbuka, menghasilkan cerita, beradaptasi dengan minat anak, atau mengingat interaksi sebelumnya.
  • Pendamping AI (AI Companions): Sistem yang dirancang khusus untuk mempertahankan interaksi sosial atau emosional yang berkelanjutan dengan penggunanya, baik di dalam layar maupun ditanamkan ke dalam mainan fisik.

Baca juga: Modus Infostealer Lunex yang Lumpuhkan EDR

Insiden Keamanan pada Mainan Pintar

Kita tidak perlu berasumsi bahwa setiap mainan terhubung adalah ancaman keamanan, namun berbagai studi menunjukkan bahwa risikonya nyata.

Berbagai investigasi dan pengujian terhadap perangkat seperti boneka Hello Barbie, My Friend Cayla, beruang pintar Fisher-Price, hingga beberapa mainan pendamping AI (seperti Grem, Bondu, dan Miko 3) menemukan adanya pengumpulan data anak yang ekstensif, mulai dari:

  • Rekaman suara.
  • Transkrip percakapan.
  • Hingga informasi perilaku.

Beberapa produk bahkan kedapatan membagikan data tersebut kepada pihak ketiga atau menggunakannya untuk keperluan pelatihan AI.

Kasus-kasus ini menunjukkan mengapa mainan terhubung harus diperlakukan sama seperti perangkat terkoneksi lainnya: jika mainan tersebut mengumpulkan, menyimpan, atau mengirimkan informasi tentang anak Anda, data tersebut wajib dilindungi dengan benar.

Seberapa “Pintar” Mainan Anak Anda?

Untuk mengetahui kategori mainan yang Anda miliki, perhatikan apa yang terjadi ketika anak Anda mengatakan sesuatu yang tidak dapat diprediksi oleh pabrikannya:

  • Mainan Predefined: Memilih dari respons atau aksi yang telah diprogram sebelumnya.
  • Mainan Terhubung: Bertukar informasi dengan aplikasi atau layanan online, namun umumnya masih mengandalkan respons prerekam.
  • Mainan Generative AI: Mampu menciptakan respons yang sepenuhnya baru untuk pertanyaan baru.

Distribusi ini sangat penting karena mengubah pertanyaan keamanan dari sekadar “Siapa yang dapat mengakses perangkat ini?” menjadi “Siapa yang dapat mengakses datanya dan apa balasan yang mungkin diucapkan oleh mainan tersebut?”

Apa yang Ditambahkan AI dalam Permainan?

Ada alasan kuat mengapa orang tua tertarik pada mainan pintar. AI dapat membuat penceritaan kisah menjadi lebih interaktif, memungkinkan anak mengajukan pertanyaan lanjutan, mempersonalisasi pembelajaran, melatih bahasa, dan menciptakan pengalaman yang merespons keunikan tiap anak.

Namun, fitur-fitur yang membuat mainan AI terasa personal sangat bergantung pada data. Untuk mengingat dinosaurus favorit anak Anda, mainan tersebut harus mempelajari informasi itu terlebih dahulu. Untuk memahami suara anak Anda, ia perlu memproses audio. Dan jika proses tersebut terjadi secara online, informasi berpotensi keluar dari rumah Anda.

Baca juga: PeopleSoft Disalahgunakan untuk Sebar Web Shell

Mikrofon Tersembunyi dan Risiko Pengumpulan Data

Sebuah mikrofon yang tersembunyi di dalam boneka beruang mungkin tidak terasa seperti perangkat pengumpul data. Secara teknis, namun, itulah fungsinya.

Mainan terhubung dapat memproses rekaman suara anak, transkrip percakapan, nama, usia, minat, pola penggunaan, gambar, lokasi, atau informasi lain yang dikumpulkan melalui sensor.

Ini tidak berarti setiap mainan secara diam-diam merekam segala hal di dalam ruangan. Cara kerja setiap produk berbeda-beda. Sebagian pemrosesan terjadi di dalam perangkat, sementara sebagian lainnya dikirim ke server cloud.

Yang terpenting, orang tua harus mencari tahu bukan hanya apa yang bisa dilakukan oleh mainan tersebut, tetapi data apa yang dibutuhkan oleh fitur-fitur itu.

Aspek Keamanan Jaringan dan Perangkat

Privasi hanyalah satu sisi dari mata uang. Begitu sebuah mainan berkomunikasi melalui Wi-Fi, Bluetooth, atau jaringan lain, ia juga menjadi bagian dari ekosistem perangkat terhubung.

Mainan tanpa koneksi internet memiliki permukaan serangan (attack surface) yang jauh berbeda dibandingkan mainan yang menggabungkan Wi-Fi, mikrofon, kamera, aplikasi pendamping, akun orang tua, dan penyimpanan cloud.

Keamanan yang baik harus menjadi bawaan produk (built-in), bukan sesuatu yang harus diciptakan sendiri oleh orang tua. Periksa apakah pembaruan perangkat lunak tersedia, apakah pengaturan privasi mudah diakses, dan apakah ada indikator visual ketika mikrofon atau kamera sedang aktif merekam.

Ketika AI Mulai Terasa Seperti Sahabat Manusia

Ada keunikan psikologis ketika kita menempatkan AI percakapan di dalam objek fisik. Anak-anak secara alami mudah melekat pada boneka atau teman khayalan.

Namun, mainan AI dapat merespons mereka, memanggil nama mereka, mengingat percakapan sebelumnya, dan tampak tertarik pada ucapan mereka.

Dalam sebuah survei, sebagian besar orang tua menyatakan bahwa mereka tidak menginginkan mainan AI bertindak sebagai pendamping emosional. Mainan AI dapat mengucapkan “Aku merindukanmu,” namun ia tidak benar-benar merasakan kerinduan tersebut.

Dari sudut pandang privasi, anak yang menganggap mainan sebagai sahabat tepercaya mungkin akan terlalu nyaman menceritakan hal-hal pribadi. Pesan terbaik untuk anak adalah: “AI bisa berbicara seperti manusia, tetapi ia bukan manusia.”

Baca juga: Kredensial Korban Dicuri Lewat Dokumen Palsu

8 Pertanyaan Panduan untuk Orang Tua

Anda tidak harus menjadi pakar keamanan siber sebelum membeli mainan pintar, namun Anda berhak mendapatkan jawaban atas beberapa pertanyaan mendasar berikut:

  1. Apakah mainan ini terhubung ke internet? Cari tahu fitur mana saja yang membutuhkan Wi-Fi atau aplikasi, dan apakah mainan tetap bisa digunakan secara offline.
  2. Apakah ada mikrofon, kamera, atau pelacak lokasi? Periksa kapan sensor-sensor tersebut aktif dan pastikan ada indikator visual saat mainan sedang merekam.
  3. Informasi apa saja yang dikumpulkan? Selidiki apakah perusahaan menyimpan rekaman suara, transkrip percakapan, gambar, atau minat anak.
  4. Ke mana informasi tersebut dikirim? Apakah pemrosesan terjadi di dalam perangkat atau di server jarak jauh pihak ketiga?
  5. Bisakah saya menghapus data anak saya? Pastikan ada opsi yang jelas untuk meninjau atau menghapus riwayat percakapan dan akun anak.
  6. Keamanan apa yang disediakan produsen? Periksa ketersediaan pembaruan perangkat lunak (software updates) dan durasi dukungan produk.
  7. Fitur apa saja yang bisa dimatikan? Sakelar mikrofon fisik, kontrol orang tua, dan kemampuan menonaktifkan fitur terhubung memberikan kendali lebih besar bagi keluarga.
  8. Apakah mainan ini benar-benar sesuai dengan usia anak? Jangan berasumsi bahwa menambahkan AI ke dalam robot warna-warni otomatis membuat teknologinya ramah anak.

Sudah Memiliki Mainan Pintar? Jadikan Lebih Aman

Jika Anda sudah terlanjur membelinya, lakukan langkah-langkah pengamanan berikut:

  1. Lakukan penyiapan (setup) sendiri, buat kata sandi yang kuat dan unik untuk akun orang tua, serta aktifkan autentikasi multifaktor jika tersedia.
  2. Pasang pembaruan terkini untuk mainan dan aplikasi pendampingnya.
  3. Nonaktifkan fitur yang tidak esensial, seperti kamera atau riwayat percakapan, jika anak tidak benar-benar membutuhkannya.
  4. Edukasi anak untuk tidak membagikan informasi pribadi seperti nama lengkap, alamat, atau nama sekolah kepada mainan.
  5. Sebelum menjual, mendonasikan, atau membuang mainan tersebut, putuskan tautan akun Anda, hapus data tersimpan, dan lakukan factory reset.

Mainan pintar memang semakin canggih, dan batas antara mainan fisik dengan teknologi digital semakin kabur. Hal ini bukan untuk ditakuti, melainkan untuk dipahami, demi memastikan anak-anak dapat menikmati teknologi baru dengan cara yang seaman mungkin.




Baca artikel lainnya:




Sumber berita:

Prosperita IT News