Image credit: Freepix
Influencer Diincar Hacker – Menjadi seorang influencer saat ini bukanlah hal yang mudah. Di tengah persaingan ketat dengan influencer AI dan penurunan pendapatan iklan, muncul ancaman baru yang serius: serangan siber.
Baru-baru ini, kampanye spear-phishing yang mencatut nama besar seperti Tesla dan Red Bull membuktikan bahwa para konten kreator kini berada di bawah radar peretas.
Berikut adalah rangkuman mengenai mengapa Anda diincar dan bagaimana cara melindungi akun Anda.
|
Baca juga: Kedok Privasi Telegram |
Mengapa Hacker Mengincar Influencer?
Pelaku biasanya mencari beberapa hal pada calon korban online. Jika mereka mengincar akun media sosial influencer untuk dibajak, mereka akan menginginkan akun dengan pengikut sebanyak mungkin.
Ini berarti penipuan atau malware mereka akan tersebar luas. Idealnya, mereka juga ingin menargetkan influencer yang telah membangun kepercayaan jangka panjang dengan audiens mereka, melalui berbulan-bulan atau bertahun-tahun memberikan nasihat online.
Kepercayaan juga dapat diperoleh melalui lencana status terverifikasi. Dengan cara apa pun, ini berarti pengikut lebih cenderung mengklik tautan di akun-akun ini tanpa berpikir.
Tentu saja, peretas juga membutuhkan akun-akun tersebut agar mudah diretas. Apa pun yang dilindungi dengan satu kata sandi lemah adalah hadiah bagi penjahat siber oportunis.

Cara Mereka Meretas
Peretas menggunakan berbagai cara untuk menembus pertahanan Anda, didukung oleh teknologi AI yang membuat serangan mereka semakin rapi.
- Spear-phishing: Email atau pesan yang dipersonalisasi (seringkali menyamar sebagai tawaran kerja sama merek) yang berisi tautan berbahaya untuk mencuri cookie browser atau login Anda.
- Credential Stuffing: Menggunakan perangkat lunak otomatis untuk mencoba kombinasi username dan password yang pernah bocor di internet.
- SIM Swapping: Menipu petugas operator seluler untuk memindahkan nomor HP Anda ke kartu SIM milik peretas agar mereka bisa mencuri kode OTP (2FA) yang dikirim lewat SMS.
Dampak Buruk Setelah Peretasan
Jika akun Anda berhasil dikuasai, peretas biasanya akan:
- Mempromosikan Penipuan Kripto: Menipu pengikut Anda agar mengirimkan uang ke skema investasi palsu.
- Pemerasan: Mengancam akan mengunggah konten yang merusak reputasi jika Anda tidak membayar uang tebusan.
- Pencurian Data Pengikut: Mengambil database kontak pengikut Anda untuk dijual atau dijadikan target spam.
- Mengalihkan Pendapatan: Mengakses akun e-commerce Anda untuk mengalihkan dana hasil penjualan atau merchandise.
Daftar Periksa Keamanan untuk Influencer
Reputasi adalah aset terbesar Anda. Lindungi dengan langkah-langkah berikut:
- Gunakan Password Unik: Pastikan setiap akun memiliki sandi yang panjang, kuat, dan berbeda. Gunakan password manager.
- Gunakan Aplikasi Autentikator (MFA): Jangan gunakan SMS untuk kode 2FA. Gunakan aplikasi seperti Google atau Microsoft Authenticator karena lebih sulit disadap.
- Waspadai Tawaran “Terlalu Indah”: Curigalah pada email tawaran kerja sama yang mendesak atau meminta Anda mengunduh file tertentu untuk melihat “brief”.
- Pisahkan Perangkat: Jika memungkinkan, gunakan HP atau laptop berbeda untuk pekerjaan dan penggunaan pribadi.
- Update Software: Selalu gunakan versi sistem operasi terbaru untuk mendapatkan tambalan keamanan terkini.
- Antivirus Terpercaya: Pasang perangkat lunak keamanan di semua perangkat untuk memblokir upaya phishing secara otomatis.
Sumber berita:
