Modus Penipuan Seluler & Tips Melindungi Diri

Image credit: Magnific

Modus Penipuan Seluler & Tips Melindungi Diri – Pernahkah Anda menerima pesan singkat (SMS) yang menyatakan bahwa paket Anda gagal dikirim, lengkap dengan tautan untuk menjadwalkan ulang? Di tengah kesibukan atau kelelahan, sangat mudah bagi siapa saja untuk langsung mengeklik tautan tersebut tanpa curiga.

Seketika, peramban akan membuka halaman kurir tiruan yang meminta sedikit biaya administrasi tampak sepele, namun hal tersebut merupakan gerbang awal pencurian informasi kartu kredit dan data pribadi.

Berdasarkan laporan The Global State of Scams 2025, penipuan global diperkirakan menyebabkan kerugian hingga $442 billion setiap tahunnya.

Menariknya, kelompok usia muda seperti Generasi Z (27%) dan milenial (26%) menjadi yang paling rentan, dengan panggilan telepon (53%) dan pesan teks/SMS (51%) sebagai dua saluran komunikasi utama yang paling sering dimanfaatkan oleh penjahat siber.

Berikut adalah rincian berbagai modus penipuan telepon dan seluler yang paling sering mengincar pengguna perangkat Android:

Baca juga: Memahami Musuh di Rumah Sendiri

1.  Penipuan Berbasis Panggilan dan Pesan Teks

  • Vishing (Voice Phishing): Penipuan melalui panggilan suara di mana pelaku menyamar sebagai pihak tepercaya (seperti bank atau instansi pemerintah) untuk memanipulasi korban agar membocorkan informasi sensitif atau mentransfer uang.
  • Smishing: Modus serupa yang menggunakan pesan SMS, memuat tautan berbahaya yang mengarah ke situs phishing pencuri kredensial.
  • Spoofed Caller IDs: Teknik memalsukan nomor pemanggil agar tampak seperti institusi resmi (bank atau kepolisian) guna menciptakan kepanikan dan urgensi pada korban.
  • Wangiri (One-ring scam): Panggilan tak dijawab otomatis (hanya berdering sekali) untuk memancing korban menelepon balik ke nomor premium ber tarif tinggi di luar negeri.

2.  Modus Penipuan Finansial dan Permintaan Darurat

  • WhatsApp/Signal/Telegram “Keluarga dalam Masalah”: Penipu menyamar sebagai kerabat yang menggunakan nomor baru dan mengaku sedang mengalami keadaan darurat demi meminta bantuan dana cepat.
  • Serangan NGate: Varian canggih dari penipuan bank yang menggabungkan rekayasa sosial dengan malware NGate untuk menyalahgunakan teknologi NFC pada pembayaran nirsentuh, memungkinkan penarikan tunai ilegal di ATM.
  • Pajak (IRS), Utilitas, dan Hadiah Palsu: Ancaman hukum atau pemutusan layanan utilitas secara sepihak, serta iming-iming undian berhadiah yang mewajibkan korban membayar “biaya administrasi” terlebih dahulu.
  • Investasi Palsu (Nomani Scams): Iklan media sosial menggunakan video deepfake AI dari tokoh terkenal untuk mempromosikan investasi rahasia atau suplemen ajaib fiktif.

3.   Aplikasi dan Dukungan Teknis Palsu

  • Dukungan Teknis Palsu: Pelaku mengaku sebagai teknisi Microsoft atau Apple, mengklaim perangkat korban terinfeksi, lalu membujuk korban menginstal perangkat lunak kendali jarak jauh.
  • Aplikasi Berbahaya Berkedok Layanan Sah: Termasuk dompet kripto palsu, gim tiruan, aplikasi kencan abal-abal, hingga pembersih file duplikat fiktif yang menyembunyikan fungsi mata-mata (spyware).

Baca juga: Malware Android Ini Curi Data Saat Offline

Panduan Praktis Menghindari Penipuan Seluler

Untuk menjaga diri agar tidak terjebak dalam berbagai modus penipuan di atas, terapkan langkah-langkah disiplin digital berikut:

  1. Abaikan Nomor Asing: Biarkan panggilan dari nomor tak dikenal masuk ke pesan suara (voicemail).
  2. Verifikasi Mandiri: Jika seseorang mengaku dari bank atau perusahaan tertentu, tutup telepon dan hubungi nomor resmi yang tertera di situs web asli mereka.
  3. Jangan Berikan Data Sensitif: Ingat bahwa lembaga resmi tidak pernah meminta kata sandi, PIN, atau nomor kartu penuh lewat telepon.
  4. Waspadai Rasa Urgensi: Jangan mudah terpengaruh oleh ancaman atau tekanan waktu (“akun akan ditutup”, “bayar sekarang”).
  5. Percayai Insting: Jika suatu penawaran terdengar terlalu indah untuk menjadi kenyataan, besar kemungkinan hal tersebut adalah penipuan.

Lapisan Pertahanan Perangkat dengan ESET

Guna memaksimalkan perlindungan pada perangkat Android Anda dari risiko malware, phishing, dan panggilan spam, manfaatkan solusi keamanan komprehensif dari ESET Mobile Security:

  1. Anti-Malware Berbasis AI: Mendeteksi dan memperingatkan pengguna jika ada aplikasi berbahaya yang mencoba menyusup ke perangkat.
  2. Anti-Phishing & Link Scanner: Mengenali tautan berbahaya secara proaktif, baik yang datang melalui peramban, media sosial, maupun notifikasi SMS.
  3. Payment Protection: Melindungi aplikasi perbankan seluler dan dompet digital dari upaya modifikasi atau overlay oleh aplikasi jahat.
  4. Adware Detector: Mengidentifikasi aplikasi tersembunyi yang kerap menampilkan iklan layar penuh secara mengganggu.
  5. Call Filter: Menyaring dan memblokir panggilan spam atau nomor penipuan berdasarkan aturan yang dapat Anda sesuaikan.




Baca artikel lainnya:




Sumber berita:

Prosperita IT News