Plugin WordPress Jadi Incaran Peretas

Image credit: Magnific

Plugin WordPress Jadi Incaran Peretas – Sebuah serangan rantai pasokan (supply chain attack) yang menargetkan serangkaian plugin WordPress.

Plugin buatan pengembang BdThemes telah memaparkan para administrator situs web pada risiko pengambilalihan akun (account takeover), penyebaran webshell, dan penanaman backdoor persisten.

Tim Threat Intelligence Wordfence pertama kali diberi tahu mengenai insiden ini pada 7 Agustus 2026 setelah menemukan bahwa peretas telah meracuni umpan API (promotional API feed) jarak jauh yang digunakan oleh beberapa plugin populer BdThemes.

Plugin yang terdampak meliputi:

  • Element Pack Addons for Elementor
  • Prime Slider Addons for Elementor
  • Pixel Gallery Addons for Elementor
  • Ultimate Post Kit
  • Ultimate Store Kit
  • Live Copy Paste
  • Smart Admin Assistant

Sebagai langkah pencegahan, tim Plugin WordPress menutup sementara plugin-plugin tersebut dari direktori resmi selama proses investigasi berlangsung.

Serangan ini terbilang unik karena peretas tidak meretas atau mengubah kode sumber plugin yang tersimpan di repositori resmi WordPress.org.

Sebaliknya, peretas menyusupi aliran data JSON statis yang di-hosting di layanan storage DigitalOcean Spaces yang dilindungi oleh Cloudflare.

Plugin BdThemes menggunakan komponen internal bernama Biggopti untuk mengambil spanduk promosi dari API jarak jauh tersebut dan menampilkannya di dasbor admin WordPress.

Baca juga: Layanan AI Jadi Target Botnet

Analisis Teknis dan Rantai Infeksi

Para peneliti menemukan bahwa komponen Biggopti gagal melakukan sanitasi/escaping secara aman pada nilai display_id dari respons JSON sebelum menyisipkannya ke dalam atribut HTML id.

Hal ini menciptakan kerentanan Cross-Site Scripting (XSS) yang dilacak oleh Wordfence dengan skor CVSS 5.4.

Peretas yang berhasil memperoleh hak akses tulis ke storage bucket milik vendor mengganti data spanduk sah dengan nilai display_id berbahaya.

Alur Eksekusi Payload

1. Pemicu XSS Senyap.

Ketika administrator yang sedang login membuka halaman wp-admin mana pun, respons yang telah diracuni akan mengeksekusi skrip JavaScript di dalam peramban (browser) administrator.

Payload memanfaatkan penangan peristiwa onanimationstart yang tersembunyi di dalam atribut HTML untuk berjalan secara senyap dalam hitungan milidetik.

2. Komunikasi C2 & Pembuatan Akun Palsu.

Skrip berbahaya kemudian mengambil payload tambahan dari infrastruktur milik peretas. Payload utama (w2.js) terlebih dahulu menghubungi server Command-and-Control (C2) di ia-cdn[.]com/fz/c.

Jika disetujui, skrip memanfaatkan nonce WordPress milik admin yang sedang aktif untuk membuat akun administrator palsu.

3. Pemasangan Webshell & Plugin Palsu.

Malware menginstal plugin palsu (seperti nama penyamar wp-smart-thumbnails) yang berisi webshell bernama emer-run.php.

Webshell ini dapat diakses langsung oleh peretas untuk mengeksekusi perintah secara jarak jauh.

4. Persistensi & Penyamaran.

Webshell tersebut menginstal Must-Use plugins (MU-plugins) berbahaya untuk menjaga akses permanen. Salah satu komponen membuat backdoor magic-login yang memungkinkan akses administrator tanpa otentikasi melalui parameter URL khusus.

Komponen lainnya memanipulasi kueri basis data WordPress untuk menyembunyikan akun admin buatan peretas dari daftar pengguna normal serta meretas jumlah total pengguna agar kompromi sulit dideteksi.

5. Payload Sekunder (x.js).

Payload ini menghasilkan kredensial administrator yang dapat diprediksi dari nama hostname situs korban.

Akun ini menggunakan nama pengguna yang diawali dengan bd_ diikuti oleh 6 karakter hash dan sering menggunakan alamat email @wordpress.org.

Desain ini memungkinkan peretas membuat ulang kredensial untuk situs yang terkompromi tanpa perlu mengelola daftar korban terpusat.

Baca juga: Bahaya WP2Shell Akses RCE Tanpa Login

Status Dampak dan Langkah Mitigasi

Berdasarkan stempel waktu pada catatan promosi yang diracuni, Wordfence memperkirakan bahwa kampanye serangan ini telah dimulai sejak 23 Juni 2026.

Meskipun endpoint API yang terkompromi telah dibersihkan pada 8 Agustus 2026, para administrator yang menggunakan plugin terkait diimbau untuk segera melakukan pemeriksaan sistem.

Langkah Investigasi bagi Pemilik Situs Web:

  • Audit Akun Administrator: Periksa daftar pengguna dan pastikan tidak ada akun administrator asing (terutama dengan awalan bd_).
  • Inspeksi Plugin: Periksa direktori plugin utama serta direktori Must-Use plugin (wp-content/mu-plugins).
  • Pembersihan Berkas Berbahaya: Cari keberadaan berkas emer-run.php, berkas mencurigakan dengan pola class-wp-query-*, serta opsi basis data fz_emer_login_tokens.

Insiden ini menjadi pengingat penting bahwa umpan data jarak jauh (remote data feed) yang dipercaya dapat menjadi saluran penyebaran malware yang efektif, bahkan ketika berkas plugin lokal tidak mengalami perubahan sama sekali.

 

 

 

Baca artikel lainnya: 

 

 

Sumber berita:

 

Prosperita IT News