Risiko Dunia Fortnite Bagi Anak

Image credit: Freepix

Risiko Dunia Fortnite Bagi Anak – Secara visual, Fortnite mungkin terlihat seperti permainan yang tidak berbahaya bagi penggunannya terutama anak-anak.

Dengan grafisnya yang cerah, penuh warna, dan aksi bergaya kartun membuatnya tampak jauh lebih ramah dibandingkan dengan permainan tembak-menembak (shooter) lainnya yang penuh kekerasan.

Namun, di balik tampilan yang menggemaskan tersebut, Fortnite sebenarnya adalah sebuah komunitas raksasa yang dibangun di atas salah satu ekosistem daring paling populer di dunia.

Bagi anak-anak di Indonesia, Fortnite bukan sekadar tempat bermain; ini adalah ruang sosial di mana mereka berkompetisi, menjalin pertemanan, mengikuti tren dari influencer, hingga mendiskusikan strategi di berbagai forum media sosial.

Dinamika sosial inilah yang membawa risiko nyata di samping hiburan. Anak-anak tidak hanya terpapar pada interaksi dengan orang asing.

Tetapi juga tekanan sosial untuk menghabiskan uang demi konten digital, serta fenomena FOMO (Fear of Missing Out) rasa takut tertinggal saat teman-temannya bermain bersama namun mereka tidak bisa bergabung.

Menentukan apakah Fortnite aman bagi anak bukanlah pertanyaan sederhana yang bisa dijawab dengan “ya” atau “tidak”. Keamanannya sangat bergantung pada usia anak, dengan siapa mereka bermain, serta aturan dan pengawasan yang diterapkan di rumah.

Lebih dari Sekadar Permainan

Sangat penting bagi orang tua untuk menyadari bahwa menganggap Fortnite sebagai “hanya sebuah game” adalah sebuah kekeliruan besar. Saat ini, Fortnite telah berevolusi menjadi tempat pertemuan digital.

Di sana, anak-anak menghabiskan waktu di lobi untuk mengobrol sambil menunggu pertandingan dimulai, baik dengan teman sekolah maupun orang baru yang mereka temui secara daring.

Bagi banyak anak, pengalaman bermain Fortnite tidak berakhir saat pertandingan selesai. Mereka akan membawa topik tersebut ke sekolah keesokan harinya, membahas skin baru yang mereka buka, acara siaran langsung (live event) yang mereka hadiri, atau musim baru yang akan segera dimulai.

Risiko Dunia Fortnite Bagi Anak
Image credit: Freepix

Dalam ekosistem yang seluas ini, terdapat beberapa aspek kunci yang mendefinisikan pengalaman bermain anak:

  • Sistem Rating dan Akun: Di Eropa, mode Battle Royale memiliki rating PEGI 12, sementara di Amerika Serikat diberi rating ESRB Teen (13+). Anak-anak yang lebih muda tetap bisa bermain melalui Cabined Account yang memiliki batasan ketat pada obrolan suara dan pembelian dalam game. Rating ini ada karena adanya unsur pertempuran yang distilisasi dan transaksi mikro di dalamnya.
  • Mata Uang V-Bucks dan Skin: Skin adalah item kosmetik yang mengubah penampilan karakter tanpa memberikan keuntungan mekanisme permainan. Meskipun hanya hiasan, memiliki skin langka atau yang menyerupai selebriti idola adalah kebanggaan besar bagi pemain. Sebagian besar item ini dibeli menggunakan V-Bucks, mata uang dalam game yang dibeli dengan uang sungguhan. Hal ini sering kali membuat anak sulit menyadari seberapa banyak uang nyata yang telah mereka habiskan.
  • Pengaruh Influencer dan Streamer: Fortnite adalah salah satu game yang paling banyak ditonton di platform seperti YouTube, TikTok, dan Twitch. Cara anak-anak berpikir tentang popularitas atau apa yang dianggap “keren” dalam game sering kali dibentuk oleh apa yang mereka lihat dari para influencer favorit mereka.

Baca juga: Peran AI dalam Kejahatan Phising Netflix

Risiko Sosial dan Keamanan Siber di Balik Layar

Mengingat komunitasnya yang sangat besar, tidak semua interaksi di Fortnite bersifat positif. Anak-anak rentan terpapar pada:

  • Perilaku agresif.
  • Bahasa kasar.
  • Hingga perundungan siber (cyberbullying), terutama dalam mode kompetitif atau obrolan terbuka.

Orang tua dapat memitigasi risiko ini dengan menyesuaikan kontrol orang tua yang tersedia di dalam game untuk membatasi siapa yang dapat berkomunikasi dengan anak mereka.

Namun, edukasi tentang cara mematikan suara (mute), memblokir, atau melaporkan pemain lain tetap merupakan langkah perlindungan yang paling mendasar.

Selain risiko interaksi sosial, terdapat ancaman siber yang mengintai di luar platform resmi Epic Games. Anak-anak harus diberikan pemahaman untuk tidak membagikan detail pribadi kepada orang asing demi mencegah pencurian identitas.

Selain itu, maraknya penipuan seperti tawaran “V-Bucks gratis” atau skin langka melalui situs pihak ketiga sering kali menjadi pintu masuk bagi malware yang dapat merusak perangkat atau mencuri informasi akun.

Mengajarkan anak untuk mengenali skema penipuan ini sejak dini akan membangun kesadaran digital yang krusial bagi masa depan mereka.

Tekanan Ekonomi dan Psikologi Permainan

Meskipun Fortnite gratis untuk diunduh, game ini menghasilkan pendapatan miliaran dolar setiap tahun melalui pembelian dalam aplikasi. Item terbatas dan dimulainya musim baru terus dipromosikan secara agresif.

Menciptakan tekanan bagi anak-anak untuk “mengikuti tren” agar tidak merasa dikucilkan oleh kelompok pertemanan mereka. Bagi orang tua, sangat disarankan untuk:

  • Mengatur Batas Pengeluaran: Gunakan fitur PIN untuk setiap pembelian dan tetapkan anggaran bulanan yang disepakati bersama.
  • Diskusi Terbuka: Bicarakan dengan anak mengenai nilai uang nyata di balik V-Bucks agar mereka memahami bahwa setiap item digital memiliki biaya ekonomi yang nyata.
  • Kesepakatan Digital Keluarga: Buatlah aturan tertulis mengenai kapan mereka boleh bermain, berapa lama durasinya, dan kapan waktu bebas layar (screen-free) harus diterapkan.

Aspek psikologis lainnya adalah desain permainan yang membuat ketagihan. Pertandingan yang singkat dan hadiah yang cepat memberikan lonjakan dopamin yang serupa dengan mekanisme perjudian.

Efek “satu kali lagi” sering kali membuat anak sulit berhenti, yang kemudian memicu iritabilitas atau gangguan pada tanggung jawab harian seperti pekerjaan rumah.

Di sinilah peran orang tua untuk membantu anak mengelola FOMO mereka dan menjaga keseimbangan antara dunia daring dan luring.

Baca juga: Peretas Susupi Sistem Industri dengan Logic Bomb

Solusi Perlindungan Teknologi dan Peran Orang Tua

Untungnya, orang tua tidak perlu menghadapi tantangan ini sendirian. Tersedia berbagai alat bantu teknis yang dapat memberikan lapisan perlindungan tambahan.

Penggunaan solusi keamanan komprehensif seperti ESET HOME Security Ultimate dapat membantu menjaga keamanan digital keluarga melalui berbagai fitur unggulan:

  1. Antivirus & Anti-Phishing: Melindungi perangkat dari malware dan memblokir situs palsu yang menjanjikan item gratis namun bertujuan mencuri data.
  2. Parental Control: Memungkinkan orang tua memfilter konten berdasarkan usia, memantau log aktivitas, dan mengatur batas waktu penggunaan perangkat secara lebih efisien.
  3. Gamer Mode: Memastikan pengalaman bermain anak tidak terganggu oleh pop-up keamanan sambil tetap menjalankan perlindungan di latar belakang.
  4. Secure Browser: Melindungi transaksi saat Anda membeli konten digital, memastikan informasi perbankan keluarga tetap aman.

Menuju Ekosistem Bermain yang Sehat

Fortnite dapat menjadi bagian positif dari kehidupan digital anak jika didekati dengan bijak. Di satu sisi, game ini membantu mengembangkan keterampilan kerja sama tim, komunikasi, kreativitas, dan strategi.

Di sisi lain, risiko di lingkungan daring yang besar ini tetap nyata. Kunci utamanya bukanlah melarang sama sekali, melainkan menciptakan keseimbangan.

Dengan kombinasi antara pengaturan teknis yang tepat dari Epic Games dan solusi keamanan tepercaya seperti ESET, serta komunikasi yang jujur di rumah.

Orang tua dapat memastikan bahwa pengalaman bermain Fortnite tetap menyenangkan, adil, dan berada di bawah kendali. Bantu anak Anda menikmati dunianya tanpa harus kehilangan keseimbangan dengan realitas di sekitarnya.

 

 

 

 

Baca juga: 

 

 

 

Sumber berita:

 

Prosperita IT News