Baca artikel lainnya:  Peretas yang Sembunyi di Draf Outlook Geng Trigona Pencuri Data Presisi Awas! Staf TI Palsu di Microsoft Teams Caller as a Service Industrialisasi Penipuan Telepon 109 Repositori GitHub Palsu Penyebar Malware Caller as a Service Industrialisasi Penipuan Telepon 109 Repositori GitHub Palsu Penyebar Malware Taktik Enkripsi Lintas Platform Ransomware Kyber Melawan Serangan Deepfake dan Penipuan GenAI Geng The Gentlemen dan Botnet 1.500 Korban

Image credit: Magnific

SIM Card Ganti Fungsi Jadi Peretas Internal – Peneliti keamanan siber mengungkap celah keamanan pada kartu SIM (SIM card) yang memungkinkan kartu tersebut bertindak sebagai “peretas internal”.

Hanya dengan terpasang di slot perangkat, kartu SIM berbahaya dapat mengirimkan perintah (command) khusus yang mampu mengambil alih kendali penuh atas perangkat target.

Ancaman ini terutama berdampak pada modul seluler Machine-to-Machine (M2M) yang tertanam pada pengisi daya kendaraan listrik (EV charger), router industri, unit telematika mobil, serta beberapa model smartphone.

Serangan SIM Card Berbahaya Bekerja

Dalam standar komunikasi seluler, kartu SIM memiliki kemampuan proaktif untuk mengirimkan perintah balik ke modem tanpa menunggu respons pengguna.

Salah satu perintah standar tersebut adalah RUN AT, yang meminta modem mengeksekusi AT command, bahasa kontrol modem yang sudah ada sejak tahun 1981.

Ketika antarmuka RUN AT diaktifkan, kartu SIM pada dasarnya memiliki akses konsol serbaguna ke sistem.

Pada modul IoT modern yang menjalankan OS Linux (seperti Android pada ARM Cortex-A7) di samping pemroses radio, perintah ini memberi peretas area serangan (attack surface) yang sangat luas.

Baca juga: Kloning Suara AI Ancaman Nyata bagi Tim Keuangan

Skenario Infeksi

Serangan ini mensyaratkan kartu SIM berbahaya telah berada di dalam slot perangkat. Modus penyusupan dapat dilakukan melalui:

  • Penukaran kartu SIM secara manual pada perangkat IoT yang tidak dijaga.
  • Pemasangan alat perantara (interposer) fisik yang tipis di slot SIM.
  • Peretasan di tingkat operator seluler atau manipulasi pada rantai pasokan (supply chain) produksi.

Dampak Eksploitasi pada Berbagai Perangkat

1. Pengisi Daya Kendaraan Listrik (EV Charger)

Peneliti menguji modul Quectel EC25AFXDGA pada unit pengisi daya komersial Autel MAXI US AC W12-L-4G.

Melalui perintah dari SIM card, komponen atfwd_daemon mengalami kerentanan command injection karena gagal memfilter karakter newline.

Peneliti berhasil mengeksekusi kode rahasia secara penuh di dalam sistem charger tersebut.

2. Smartphone (Kasus OPPO Reno 14 F 5G)

Pada pengujian smartphone OPPO Reno 14 F 5G, perintah AT+COPS=0,,,0 yang dikirim kartu SIM berhasil mengunci perangkat pada jaringan 2G secara permanen.

Pemilik ponsel tidak dapat membatalkan penguncian ini, bahkan setelah mencoba:

  • Mematikan/menyalakan Mode Pesawat (Airplane Mode).
  • Mengubah pemilihan jaringan ke manual.
  • Mematikan data seluler atau menonaktifkan SIM.
  • Mengubah preferensi jaringan di menu pengaturan.

Karena jaringan 2G tidak memiliki otentikasi dua arah (mutual authentication), penguncian permanen ini memudahkan peretas untuk menjebak korban menggunakan stasiun pemancar palsu (fake base station).

3. Kebocoran Berkas pada Modul Industri

Pada modul Quectel EG25-G, peneliti memanfaatkan layanan TFTP yang berjalan sebagai root untuk membaca berkas rahasia sistem, lalu mengirimkannya keluar menggunakan perintah AT+QSMTP bawaan modul.

Baca juga: Jebakan Nyaman Keamanan Siber

Status Kerentanan dan Langkah Mitigasi

Kerentanan antarmuka SIM AT ini dilacak di bawah kode CVE-2026-57550 (melalui Qualcomm) dan CVD-2026-0122 (melalui GSMA).

Laporan analisis telah diserahkan kepada Google, Oppo, Quectel, Semtech, dan Qualcomm sejak Maret 2026.

1. Qualcomm

Mengembangkan konfigurasi terproteksi yang menonaktifkan antarmuka RUN AT secara default pada chipset masa depan.

2. Quectel

Memperbaiki celah command injection pada firmware terbaru dan sedang mengerjakan perbaikan antarmuka. Firmware diperbarui secara tertutup.

3. Google & OPPO

Menganggap temuan ini sebagai informasi pelengkap, namun di luar cakupan program bug bounty mereka.

4. Semtech

Mengonfirmasi temuan dan berencana merilis patch berbasis pembaruan dari Qualcomm.

Rekomendasi Bagi Pengelola Perangkat IoT

Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai eksploitasi serangan ini di luar lingkungan laboratorium.

Namun, bagi organisasi yang mengelola armada perangkat seluler IoT, langkah terbaik yang dapat dilakukan saat ini adalah menghubungi pemasok modul untuk memastikan apakah fitur RUN AT diaktifkan pada firmware mereka dan meminta opsi untuk menonaktifkannya.

 

 

 

Baca artikel lainnya: 

 

 

Sumber berita:

 

Prosperita IT News