Kelabui Pengguna Hacker Menyamar Otoritas Facebook

Platform media sosial Facebook sejauh ini selalu menempati posisi pertama sebagai platform yang digemari oleh berbagai kalangan. Menurut Statista dengan sekitar 2,89 miliar pengguna aktif bulanan pada kuartal kedua tahun 2021, Facebook adalah jejaring sosial terbesar di dunia.

Sementara berdasarkan data Internetworldstats, pengguna Facebook di Indonesia mencapai 175,3 juta pada akhir Maret 2021. Angka tersebut setara dengan 63,4% dari total populasi yang mencapai 276,36 juta jiwa (estimasi 2021) atau 82% dari pengguna internet di tanah air.

Besarnya jumlah pengguna Facebook seperti gula-gula yang mengundang semut berdatangan. Penjahat siber selalu tertarik dengan jumlah pengguna yang besar, semakin besar akan semakin baik. Semakin besar peluang mereka untuk memperoleh banyak data untuk dieksploitasi lebih lanjut. Sehingga tidak mengherankan jika banyak kejahatan siber terjadi melalui Facebook, mulai dari hal yang remeh temeh seperti penipuan dengan modus Giveaway sampai penyamaran sebagai otoritas platform media sosial itu sendiri.

Ekspansi serangan siber melalui platform media sosial sudah dimulai sebelum pandemi, dan aktivitasnya terus meningkat selama masa pandemi. Namun yang menarik dari serangan terbaru mereka adalah bagaimana mereka menduplikasi model serangan phising melalui email diaplikasikan di Facebook. Para penjahat dunia maya menyakini jika trik ini berhasil dilakukan melalui email, maka kemungkinan besar akan menuai hasil yang sama jika dilakukan melalui media sosial

Menyamar sebagai otoritas Facebook

Layaknya serangan phising melalui email, penjahat digital juga mengirim pesan yang memberi kesan darurat dan harus segera direspons dengan cepat disertai dengan ancaman untuk menakut-nakuti korbannya. Berikut contoh dari pesan yang dikirim tersebut.

Β 

π™ΏπšŠπšπšŽπšœ π™Ώπš›πš’πšŸπšŠπšŒπš’ πšŠπš—πš πš‚πšžπš™πš™πš˜πš›πš

13h Β·

Dear π‘­π’‚π’„π’†π’ƒπ’π’π’Œ π™ͺπ™¨π™šπ™§,

We have reviewed the suspension of your π‘·π’‚π’ˆπ’†.

After reviewing your π‘·π’‚π’ˆπ’† activity, it was decide that you violate our Terms of Service.

We have provided a π–π€π‘ππˆππ† to you via email, but you did not respond to our notification.

Therefore your Account might be permanently suspended.

If you think this is a mistake, please verify your Account at the link below.

This will show that you are not violating our Terms of Service..

We will review your Account activity shortly, and we will keep in touch.

π•πžπ«π’πŸπ² your Account at the link below :

β—‰ https://u.to/OBmTGw?id/help/pages?ref=cr

Thanks for being part of π‘­π’‚π’„π’†π’ƒπ’π’π’Œ π‘ͺπ’π’Žπ’Žπ’–π’π’Šπ’•π’š.

Sincerely

The π‘­π’‚π’„π’†π’ƒπ’π’π’Œ π‘Ίπ’†π’„π’–π’“π’Šπ’•π’š π‘»π’†π’‚π’Ž 𝑹𝒆𝒑𝒐𝒓𝒕. 𝟐𝟎𝟐𝟏

Β 

Ada beberapa poin yang perlu diperhatikan bagi para pengguna Facebook mengenai trik yang digunakan pelaku untuk membuat korban jatuh dalam tipuannya

  1. Mereka memberi peringatan bahwa pengguna telah melanggar Terms of Service

  2. Pelaku mengancam dengan mengatakan bahwa akun akan ditangguhkan secara permanen dan memberi kesan bahwa situasi ini sangat mendesak, dan

  3. Mereka meminta untuk memverifikasi akun dengan mengklik sebuah tautan

  4. Untuk memberi kesan otoritas mereka tidak lupa menyematkan identitas sebagai Facebook Security Team Report

Inti dari 4 poin di atas adalah untuk menakut-nakuti pengguna dan membuat pengguna untuk tidak dapat berpikir panjang dan mengambil tindakan terburu-buru. Lagi pula siapa yang tidak khawatir dan panik jika otoritas facebook menghubungi mereka dengan memberi ancaman membredel akun mereka untuk selamanya.

Meski demikian, setiap kejahatan pasti memiliki kelemahan, kejanggalan akan selalu tampak walaupun hanya sedikit saja. Berikut kejanggalan pada peringatan dari otoritas yang mengaku dirinya sebagai Facebook Security Team report di atas tersebut.

Berikut beberapa tips cara mengenali phising di Facebook, dimana pelaku mengklaim dirinya sebagai otoritasnya.

  1. Otoritas Facebook tidak akan pernah mengirimi peringatan kepada penggunanya melalui email ataupun melalui pesan di kotak masuk.

  2. Jika ada pelanggaran Terms of Service atau Violating Community Standards, Facebook akan memberi peringatan langsung dengan menampilkan jendela pop up.

  3. Facebook akan memberi pilihan menerima atau tidak menerima keputusan, pengguna juga akan diberikan opsi banding pada kasus-kasus terkait pelanggaran di Facebook.

  4. Facebook memiliki Help Center yang diperuntukkan bagi pengguna menemui masalah dengan Facebook. Jadi Facebook tidak akan pernah mengirim tautan untuk diklik pengguna.