Trik Tipuan Bajak Akun WA

Digitalmania – Mama minta pulsa, anak masuk rumah sakit, anak ketangkap polisi, menang undian, dapat saldo Gopay, dan yang sekarang pegawai Indomaret salah kirim OTP. Kejahatan siber terakhir merupakan trik tipuan untuk membajak akun WA dan banyak yang menajdi korbannya.

WhatsApp merupakan aplikasi perpesanan yang paling populer saat ini, tak heran jika banyak akun WA yang jadi target pembajakan oleh para peretas. Karenanya, mulai kini sebaiknya belajar mengenali dan mengetahui bagaimana modus atau cara hacker membajak akun WhatsApp seseorang.

Kendati di klaim oleh perusahaan sebagai salah satu ptlaform instant messenger yang cukup aman karena menerapkan protokol keamanan berlapis dan enkripsi end to end yang kuat, hal itu tidak bisa jadi jaminan jika akun WA Anda aman dari incaran para peretas.

Karena seperti kita tahu, saat ini aksi pembajakan akun WA mulai marak terjadi kembali. Ada banyak cara yang bisa digunakan oleh peretas dalam mengambil alih akun WA seseorang.

Sehubungan dengan tersebut, pada kesempatan kali ini kita akan membedah dan menjelaskan satu persatu berbagai macam teknik yang kerap dijadikan hacker untuk membajak akun WhatsApp.

Modus dan Cara Hacker Membajak Akun WhatsApp

Setidaknya ada 3 macam cara atau modus yang biasa digunakan oleh peretas dalam aksinya membobol atau mengambil alih akun WA milik seseorang.

Menyamar

Cara pertama ini adalah cara yang paling populer dan paling banyak menjerat korban. Jika Anda bingung, maksud menyamar disini adalah menyamar yang bagaimana? berikut penjelasannya.

Kita ketahui bersama, sistem keamanan WhatsApp dilengkapi dengan keamanan berlapis berupa two-factor authentication berupa OTP (one time password) yang akan dikirim ke no seluler yang terdatar pada akun WA tersebut.

Nah, salah satu teknik atau modus yang dipakai hacker ini adalah dengan menyamarkan diri sebagai individu (seringnya menyamar jadi pegawai Alfamart) atau seseorang yang mengklaim telah salah memasukkan nomor telepon saat bertransaksi membeli voucher game online.

Biasanya mereka akan meminta kode yang masuk ke nomor HP Anda yang masuk lewat SMS yang sebenarnya adalah kode OTP dari akun WA Anda.

Peretas ini menyamar untuk mengelabui korban dengan mengatakan bahwa Ia baru saja salah memasukan no Hp dengan nomor target dan meminta beberapa kode yang masuk ke SMS target yang disebutnya sebagai Voucher game online.

Bagi pengguna yang awam dan tidak begitu paham, taktik ini dapat menyesatkan korban dengan berpikir bahwa kode tersebut adalah kode voucher game, lalu akan mengirimkan kode tersebut yang sebenarnya adalah kode OTP kepada penipu.

Dan ketika Anda ceroboh lalu mengirimkan kode tersebut, tak sampai satu menit pasti akun WA Anda akan berpindah tangan.

Phising

Cara yang kedua adalah dengan cara membuat sebuah website jebakan atau website palsu untuk menjerat korbannya. Peretas ini akan membuat sebuah halaman website yang berisikan form, yang nantinya akan digunakan untuk mengelabui korbannya.

Biasanya peretas akan menyapampaikan lewat pesan WA jika anda menang undian tertentu lalu diminta untuk memberikan informasi di laman website jebakan. Sama dengan yang pertama, nanti akan ada sebuah kode OTP yang masuk yang disebut oleh para penipu sebagai kode PIN untuk mengambil hadiah Anda.

Ketika Anda teledor dan memasukan kode OTP tersebut di form website phising maka hasilnya sudah bisa ditebak, dalam hitungan detik saja akun WA Anda pasti akan berpindah menjadi milik peretas.

Mengambil Alih Akses Perangkat

Cara ketiga modus hacker dalam membajak akun WhatsApp adalah dengan mengambil alih akses perangkat atau smartphone yang digunakan untuk berkirim pesan lewat WA.

Cara ini tergolong sulit namun bagi hacker yang berpengalaman hal ini bisa dilakukan. Peretas ini akan masuk ke sistem smartphone Anda lalu mengambil alih semuanya, misalnya file penting, isi galery, email, SMS, kontak dan juga akun WA.

Biasanya hacker menggunakan exploit tertentu, misalnya lewat jaringan Wi-Fi, mengelabui korban dengan mengintall malware, dan beberapa teknik lain yang cukup susah dinalar oleh orang awam.

Setelah Anda mengetahui beberapa teknik dan cara membajak akun WA yang sering digunakan oleh peretas, kini sebaiknya Anda harus lebih aware dengan keamanan data Anda.

Anda bisa menerapkan beberapa tips berikut agar terhindar dari aksi pembajakan akun WA ini:

    • Jangan pernah memberikan kode OTP kepada siapapun. Jika ada yang mengaku-ngaku salah memasukan No Hp atau sejenisnya, abaikan saja. Itu sudah pasti penipuan.
    • Terapkan keamanan berlapis, misal menambah alamat email sebagai opsi untuk pemulihan ketika akun WA Anda ada indikasi dibajak.
    • Jangan pernah memasukan informasi pribadi Anda pada website yang tidak jelas. Apalagi ada embel-embel menang hadiah dan harus memasukan kode tertentu.
    • Jangan gunakan Wi-Fi publik sembarangan. Karena ini akan jadi pintu masuk hacker untuk mengusai perangkat Anda.
    • Jangan pernah menginstall aplikasi apapun dari sumber yang tidak jelas. Apalagi aplikasi tersebut dikirim oleh orang yang tidak Anda kenal, karena bisa jadi itu adalah malware.
    • Pastikan Anda selalu mengupdate aplikasi WA dan juga sistem operasi yang digunakan oleh perangkat Anda.

Aksi pembajakan akun WhatsApp ini memang bisa dan benar-benar terjadi karena sudah ada banyak korban yang terjebak. Jadi, meski secara default aplikasi WA itu cukup aman namun dari sisi pengguna hal ini masih bisa jadi celah untuk peretas mengalabui korbannya.

Kesalahan pengguna, ceroboh, teledor, ketidaktahuan atau human error adalah kunci utama mengapa akun WA seseorang bisa sampai berpindah tangan. Untuk terhindar dari kejahatan siber Sobat Digital harus terus menambah wawasan siber dengan sering banyak membaca kabar terbaru dunia siber. Digitalmania. AN