Image credit: Magnific
Peretas Incar Developer via Agen AI – Perusahaan keamanan Manifold Security mendokumentasikan delapan celah keamanan yang dilabeli sebagai GitSpawn pada tujuh agen pengodean AI berbasis command-line (AI coding agents).
Kerentanan ini memungkinkan peretas mengeksekusi perintah jahat di perangkat pengembang (developer) melalui berkas konfigurasi Git internal yang ada di dalam repositori proyek.
Celah keamanan ini berjalan dengan hak akses pengguna (user privileges), berada di luar batasan isolasi agen (sandbox), serta dieksekusi secara otomatis tanpa memicu konfirmasi atau permintaan persetujuan dari pengguna (user-approval prompt).
Eksploitasi ini mensyaratkan repositori diterima langsung sebagai berkas utuh beserta direktori .git/config-nya, seperti melalui arsip ZIP, shared drive, folder sinkronisasi, atau USB flashdisk, sedangkan proses kloning biasa (git clone) umumnya tidak membawa celah ini.
Baca juga: Operasi Senyap di Asia Bawa Malapetaka
Daftar Agen AI dan Versi Terdampak
Berikut adalah rincian agen pengodean AI yang teridentifikasi terdampak oleh Manifold Security dan produsen terkait:
- goose: Seluruh versi sebelum 1.44.0 terdampak. Telah diperbaiki pada versi 1.44.0. (GitHub menetapkan kode CVE-2026-72718 dengan skor CVSS 7.0).
- Codex CLI (OpenAI): Versi 0.102.0 hingga 0.130.0 terdampak. Telah diperbaiki pada versi 0.131.0 (OpenAI menerbitkan CVE-2026-19592).
- Codex Desktop for macOS & Windows: Terdampak pada versi awal 2026 dan telah diperbaiki pada pembaruan versi 26.519.x.
- Claude Code (Anthropic): Terdampak pada versi 2.1.193 dan telah diperbaiki pada versi 2.1.196 untuk jalur
core.fsmonitor. Namun, jalur kedua viaclaude ultrareviewterkonfirmasi masih aktif pada versi 2.1.252. - Hermes Agent (Nous Research): Versi 0.18.2 dan 0.21.0 terkonfirmasi terdampak. Perbaikan masih tertunda (CVE-2026-71963).
- Qwen Code (Alibaba): Versi 0.19.6 dan 0.22.3 terkonfirmasi terdampak. Perbaikan masih dalam proses.
- Grok Build (xAI): Versi 0.2.93 dan 1.0.13 terkonfirmasi terdampak. Laporan perbaikan masih dalam proses duplikasi.
Mengapa Fitur Legitimasi Menjadi Bumerang?
Peneliti keamanan menekankan bahwa penyalahgunaan core.fsmonitor sebenarnya mengeksploitasi fitur resmi Git, bukan bug pada model AI itu sendiri.
Masalah utamanya terletak pada otomatisasi agen AI yang memanggil perintah subprocess di latar belakang saat sesi baru dimulai.
Saat pengembang membuka direktori repositori berbahaya, agen AI secara otomatis memanggil skrip Git untuk mengidentifikasi status repositori.
Karena agen tidak mematikan fungsi core.fsmonitor saat memanggil subprocess tersebut, Git membaca skrip eksternal yang dimasukkan peretas ke dalam berkas .git/config.
Skrip tersebut kemudian mengeksekusi kode sembarang dengan hak akses penuh pengguna, yang berpotensi membaca, mengubah, atau menghapus berkas penting pengembang.
Baca juga: Double Extortion Targetkan Gamers
Langkah Penting dan Mitigasi Bagi Pengembang
Para pengembang dan tim keamanan TI diimbau untuk segera melakukan langkah-langkah pencegahan berikut:
- Audit Berkas Konfigurasi Git: Sebelum membuka direktori proyek yang diterima dari pihak luar menggunakan agen AI, periksa berkas
.git/config. Waspadai keberadaan entricore.fsmonitor,core.hooksPath, atauattr.tree. - Periksa Konfigurasi via Terminal: Jalankan perintah berikut di dalam repositori yang diterima dalam bentuk berkas utuh:
git config --get core.fsmonitor - Matikan Fitur FSMonitor secara Global: Untuk mencegah eksekusi otomatis yang tidak diinginkan, matikan pengaturan
core.fsmonitordi tingkat sistem global dengan perintah:git config --global core.fsmonitor false - Pembaruan Perangkat Lunak: Segera perbarui agen AI coding Anda ke versi terbaru. Bagi pengguna Codex CLI, pastikan tidak menggunakan versi di bawah 0.131.0.
- Praktik Vendor Agen AI: Pengembang alat agen AI disarankan untuk selalu menambahkan bendera penonaktifan parameter saat memanggil perintah latar belakang, seperti menggunakan
git -c core.fsmonitor=false status.
Baca artikel lainnya:
- Antara Efisiensi dan Risiko Keamanan Korporat
- Saat AI Memalsukan Kenyataan Digital Anda
- Antara Efisiensi dan Risiko Keamanan Korporat
- Aliansi Baru Peretas Negara dan Ransomware
- Malware Pengincar Para Pengembang
- Masa Depan Perlindungan Siber
- Ancaman Kloning Suara dalam Penipuan Bisnis
- Kecepatan Brutal Serangan Jaringan Modern
- Taktik Phising di Social Commerce
- Celah Keamanan di Aplikasi Kesehatan Mental
- Waspada! Ribuan Router Asus Terinfeksi KadNap
- Bahaya Email Injection
- Ancaman AI dan Taktik Senyap di Kotak Masuk
Sumber berita:
Prosperita IT News
