Image credit: Magnific
Bagi banyak orang, memesan akomodasi liburan adalah salah satu pengeluaran terbesar sekaligus momen yang paling dinantikan sepanjang tahun.
Kehadiran platform pemesanan populer seperti Airbnb, Booking.com, dan VRBO membuat proses penyewaan properti menjadi sangat mudah.
Namun, skala populuritas platform-platform ini juga menjadikannya sasaran empuk bagi para penjahat siber untuk melancarkan berbagai skema penipuan (scam).
Meskipun platform-platform besar telah menerapkan sistem keamanan ketat, misalnya Airbnb yang berhasil memblokir 265.000 phising mencurigakan serta menekan klik pada tautan berisiko hingga 20% pada pertengahan 2026, modus penipuan terus berkembang. Memahami cara kerja penipuan ini adalah kunci utama agar liburan dan dana Anda tetap aman.
Baca juga: Penipuan Berbagi Layar WhatsApp
Apakah Platform Pemesanan Aman?
Secara umum, platform seperti Airbnb dan Booking.com sangat aman untuk digunakan. Sebagian besar aksi penipuan justru terjadi di luar platform resmi, yaitu ketika peretas berhasil memindahkan transaksi atau komunikasi ke saluran eksternal seperti email atau WhatsApp, di mana perlindungan garansi platform tidak lagi berlaku.
Laporan FTC di Amerika Serikat mencatat kerugian konsumen mencapai ratusan juta dolar akibat penipuan rencana liburan. Selain itu, terdapat peningkatan drastis penipuan berbasis Kecerdasan Buatan (AI) sebesar 500% hingga 900%, terutama dalam bentuk pembuatan email phising, pesan teks, dan gambar properti palsu yang sangat presisi. Modus Penipuan Terpopuler yang Menyasar Penyewa (Guest)
Phising Palsu dan Manipulasi Foto berbasis AI:
- Peretas mengunggah properti yang tidak pernah ada menggunakan foto curian atau gambar buatan AI. Sebelum memesan, lakukan pencarian gambar terbalik (reverse image search) untuk memastikan foto tersebut tidak digunakan secara mencurigakan di lokasi lain. Gimik Diskon untuk Pembayaran Langsung:
- Tuan rumah (host) gadungan sering menawarkan potongan harga jika Anda bersedia membayar langsung via transfer bank atau kripto di luar platform. Jangan pernah menerima tawaran ini. Begitu transaksi berpindah ke luar platform, Anda kehilangan seluruh hak jaminan keamanan. Modus Bait-and-Switch (Pengalihan Mendadak):
- Beberapa hari sebelum keberangkatan, host nakal menghubungi dan mengklaim ada masalah mendadak (misal: pipa bocor) lalu menawarkan properti pengganti dengan kualitas jauh lebih buruk. Jika ini terjadi, jangan pernah membatalkan pesanan secara mandiri. Minta host yang membatalkan dan segera laporkan ke pihak platform untuk bantuan pengalihan akomodasi. phising di Dalam Aplikasi Booking.com:
- Berbeda dengan Airbnb, peretas pada skema Booking.com sering kali meretas akun internal pihak hotel terlebih dahulu (misalnya menggunakan teknik ClickFix). Setelah menguasai akses hotel, peretas mengirimkan pesan phising langsung dari dalam aplikasi resmi Booking.com atau via WhatsApp, meminta korban melakukan verifikasi ulang data kartu kredit dengan ancaman reservasi akan dibatalkan.
Baca juga: Keamanan Siber dalam Dunia Fortnite
Modus Penipuan yang Menyasar Pemilik Properti (Host)
Bukan hanya penyewa yang menjadi target, para host juga rawan menjadi korban penipuan:
- Penipuan Kelebihan Bayar (Overpayment Scam): Pemesan berpura-pura tidak sengaja mengirimkan uang berlebih via pembayaran curian, lalu meminta host mengembalikan selisihnya ke rekening lain sebelum transaksi awal akhirnya membalas sebagai transaksi gagal/fiktif.
- Klaim Kerusakan Fiktif oleh Tamu (Friendly Fraud): Tamu yang telah selesai menginap mengajukan keluhan palsu ke platform untuk menuntut ganti rugi atau chargeback dari bank.
Rutinitas 60 Detik: Cara Pemesanan yang Aman
Sebelum melakukan pembayaran, jalankan pemeriksaan cepat berikut:
- Periksa Riwayat & Ulasan: Pastikan host dan properti telah terdaftar selama beberapa waktu dan memiliki ulasan positif yang konsisten dari berbagai pengguna.
- Gunakan Kartu Bank via Platform: Selalu bayar menggunakan kartu kredit/debit langsung di dalam aplikasi resmi. Kartu bank menawarkan perlindungan chargeback jika terjadi penipuan.
- Jangan Klik Tautan Asing: Jika menerima email atau pesan yang meminta pembaruan data pembayaran secara mendesak, abaikan tautannya. Buka aplikasi platform secara independen untuk memeriksa notifikasi resmi.
- Dokumentasikan Kondisi Properti: Ambil foto dan rekaman video kondisi akomodasi saat check-in dan check-out untuk membentengi diri dari klaim kerusakan palsu.
Langkah Darurat Jika Terlanjur Menjadi Korban
- Laporkan Segera ke Platform: Gunakan fitur pelaporan di aplikasi Airbnb atau Booking.com.
- Hubungi Bank Anda: Jika sempat memasukkan data kartu pada situs mencurigakan, segera minta pemblokiran kartu dan ajukan chargeback.
- Ganti Kata Sandi & Aktifkan 2FA: Amankan kembali akun email dan media sosial Anda.
Baca artikel lainnya:
- Jebakan Email Makin Canggih Berkat AI
- Kartel Siber Baru Luncurkan Extortion as a Service
- Adware & Spyware Kuasai Ekosistem Android
- Plugin Email Ancam 210 Ribu Situs WordPress
- Taktik 48 Menit Melawan Hacker
- Infostealer Kejahatan Siber Ala Start Up
- IoT Murah Gerbang Botnet ke Jaringan Anda
- IP Dirgantara dalam Bidikan Siber
- Airstalk Malware Lihai Curi Data Perusahaan
- Jebakan Tanda Tangan Phising Docusign
Sumber berita:
