Artificial Intelligence Pembajak Rekening Bank

Image credit: Magnific

Artificial Intelligence Pembajak Rekening Bank – Ancaman kejahatan siber perbankan kini memasuki babak baru yang kian canggih. Para peretas mulai menggabungkan teknologi panggilan telepon berbasis Kecerdasan Buatan (AI) dengan halaman perbankan palsu secara real-time.

Kombinasi ini memungkinkan pelaku mengambil alih akun nasabah, bahkan ketika fitur otentikasi dua faktor (MFA) telah diaktifkan.

Kampanye kejahatan siber ini dilacak oleh para peneliti keamanan dengan nama Balonx Sistema. Kampanye ini memberi peretas visibilitas langsung atas sesi phishing korban, sehingga pelaku dapat meminta informasi sensitif tepat pada momen yang dibutuhkan.

Mekanisme Kerja Balonx Sistema

Balonx menggunakan koneksi WebSocket yang persisten untuk menghubungkan halaman phishing dengan panel kendali peretas secara real-time.

Setelah korban memasukkan kredensial perbankan di situs palsu, peretas secara bersamaan meneruskannya ke situs bank yang asli.

Hal ini memicu munculnya permintaan MFA resmi dari bank, yang kemudian secara instan ditiru dan ditampilkan oleh halaman palsu Balonx ke layar korban.

Baca juga: Rootkit Siluman Pengincar Developer

Penyesuaian Waktu (Timing)

Situs palsu Balonx dapat menampilkan 14 jenis layar verifikasi yang berbeda. Korban dapat diminta memasukkan:

  • Kode SMS.
  • Kode persetujuan transaksi.
  • PIN ATM.
  • Detail kartu.
  • Hingga kode penarikan tanpa kartu.

Karena proses ini terjadi saat sesi bank asli sedang aktif, pemeriksaan keamanan palsu ini terlihat sangat meyakinkan bagi korban.

Penggunaan Panggilan Suara Berbasis AI

Untuk memperkuat rekayasa sosial, Balonx dilengkapi dengan modul bernama CallFlow. Modul ini mengintegrasikan Large Language Model (LLM), pengenal suara (speech-to-text), dan pembuat suara sintetis untuk melakukan panggilan telepon otomatis.

Sistem AI ini menyamar sebagai layanan pelanggan bank bernama Carolina. AI dapat merespons percakapan secara personal dan mengarahkan korban untuk membuka halaman phishing atau memasukkan data pribadi tanpa membutuhkan operator manusia di setiap panggilan.

Pengambilalihan Perangkat Android

Selain mencuri kredensial, Balonx juga menyebarkan Trojan Akses Jarak Jauh (RAT) berbasis Spyroid. Malware ini disamarkan sebagai aplikasi “Peringatan Perlindungan Bank” yang muncul di layar phising.

Jika korban terperdaya dan menginstal aplikasi tersebut, peretas mendapatkan akses permanen ke perangkat Android korban. Malware ini dapat merekam:

  • Tampilan layar.
  • Tombol yang ditekan (keystrokes).
  • Membaca pesan SMS.
  • Memantau aktivitas aplikasi perbankan.

Tahapan ini mengubah percobaan pencurian akun menjadi pengambilalihan perangkat (device takeover) secara penuh.

Baca juga: Malware Pencuri OTP via Phone Link

Langkah Mitigasi dan Rekomendasi Keamanan

Menghadapi ancaman seperti ini, ada beberapa langkah keamanan yang dapat diterapkan baik untuk personal maupun organisasi, sebagai berikut:

Rekomendasi bagi Nasabah Bank:

Matikan Panggilan Tak Dikenal: Segera tutup panggilan dukungan pelanggan yang tidak diharapkan. Hubungi kembali nomor resmi yang tertera di belakang kartu bank atau aplikasi resmi.

Jangan Menginstal Aplikasi Sembarangan: Jangan pernah mengunduh berkas APK atau aplikasi yang disarankan oleh telepon maupun situs web tidak terverifikasi.

Waspadai Permintaan Sensitif: Sinyal bahaya utama meliputi permintaan PIN ATM, kode CVV kartu, atau permintaan memindai kartu.

Rekomendasi bagi Lembaga Keuangan:

Pemantauan Infrastruktur: Memantau aktivitas WebSocket yang mencurigakan serta rantai pengalihan URL yang tidak biasa.

Penerapan FIDO2: Mengingat kode SMS rahasia dapat dibobol dengan teknik relay real-time ini, penggunaan kunci keamanan fisik berbasis FIDO2 sangat direkomendasikan untuk pengguna berisiko tinggi.

Penanganan Cepat: Korban yang merasa telah membagikan informasi pribadi diimbau untuk segera menghubungi bank via saluran resmi, melakukan reset kredensial, dan memeriksa riwayat transaksi terakhir.

Baca artikel lainnya:

Sumber berita:

WeLiveSecurty